Andai Pak Harto GAGAL Menumpas Pemberontakan G30S/PKI, Sejarawan UI: Tak Terbayangkan...

Baca Juga 




  Yes  Muslim  - Seandainya Soeharto tidak berhasil menumpas PKI, maka Indonesia hari ini adalah negara komunis. DN Aidit yang akan diangkat menjadi Bapak Bangsa. Palu arit yang akan menggantikan logo Garuda Pancasila.

Alhamdulillah RI gagal dikuasai PKI. Untuk hal ini sudah seharusnya rakyat Indonesia berterimakasih kepada Soeharto. Sebagaimana kita juga berterimakasih kepada Soekarno sang Proklamator, walau di akhir-akhir masa
kepemimpinannya dekat dan mungkin kejebak PKI.

Kekurangan masing-masing pemimpin, itu menjadi catatan sejarah, tanpa melupakan jasa masing-masing.

Karena memang berterimakasih adalah perintah Allah SWT dan sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT.

لاَ يَشْكُرُ اللَّهَ مَنْ لاَ يَشْكُرُ النَّاسَ

“Tidak dikatakan bersyukur pada Allah bagi siapa yang tidak tahu berterima kasih pada manusia.” (HR. Abu Daud no. 4811 dan Tirmidzi no. 1954)

Sebagaimana juga kita berterimakasih kepada SBY yang selama 10 tahun menjadikan Indonesia stabil, pembangunan berjalan, subsidi gak dicabuti, tetap menjaga demokrasi dan kebebasan berpendapat walau dibully dicacimaki, dibakar dan diinjak-injak fotonya, disamakan dengan kebo. Tentu SBY juga banyak kekurangan dan catatan. Tapi zaman SBY tak ada penangkapan dan kriminalisasi ulama, PKI tiarap gak berani bersuara.

Adapun era sekarang... sejarah nanti akan mencatat.


Sejarawan UI: Andai Tahun 1965 PKI Menang, Tak Terbayangkan Jumlah Rakyat Indonesia Akan Dibunuh



Bangsa Indonesia wajib bersyukur pengkhianatan dan kudeta PKI pada 30 September 1965 berhasil ditumpas oleh TNI bersama rakyat.

Seandainya dalam kudeta 1965 tersebut PKI berhasil menang, apa yang bakal terjadi?

Menanggapi hal itu, Sejarawan Universitas Indonesia, Anhar Gonggong, mengungkapkan semua warga Indonesia yang anti PKI akan dibunuh, jika pada G30S/PKI, DN Aidit dan kawan-kawan berhasil merebut tampuk kekuasaan.

"Kalau dia (PKI) menang, kita akan mati, cuman karena dia kalah, dia yang mati," tegas Anhar kepada covesia.com melalui telepon seluler, Selasa (26/9/2017).

Anhar tidak bisa membayangkan berapa jumlah nyawa yang melayang jika saat itu PKI berhasil dalam misinya. "Sudah pasti angkanya jauh lebih besar dari Simpatisan PKI yang terbunuh, ngak terbayangkan berapa jumlah

rakyat yang terbunuh," jelasnya.

Menurutnya, pembunuhan massal sudah pasti terjadi.

"Jika kita melihat sejarah komunis di dunia, tidak ada revolusi tanpa pertumpahan darah dan pembunuhan," tegasnya.

Kebiadaban Komunisme

Dikutip dari Republika, sejarah mencatat ideologi ini melakukan pemberontakan/kudeta di 75 negara, negara bagian, pulau, dan kota sepanjang masa 69 tahun (1918-1987); berhasil 28, gagal di 47 tempat. Marxisme-Leninisme-Stalinisme-Maoisme-Hoisme-Aiditisme-PolPotisme ini mendapat kesempatan berkuasa di dunia selama 74 tahun (1917-1991) di 28 negara.

Pemberontakan di 75 negara itu umumnya satu kali saja. Komunis Indonesia pegang rekor dunia: tiga kali berontak dan kudeta, 1926, 1948, dan 1965. Ketiga-tiganya gagal. Pemberontakan terpanjang berlangsung di Malaysia: 40 tahun, dan setiap tahun makan korban dari kedua pihak 200 orang.

Selama kurun 1917-1991 itu Partai Komunis membantai 120 juta manusia di 76 negara sehingga rata-rata 4.500 orang sehari selama 74 tahun (Courtois: 2000, Chang & Halliday: 2006).

Dalil sejarah yang sangat pahit adalah di mana pun bila Partai Komunis sukses merebut kekuasaan, mereka menjagal rakyat antikomunis.


Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 



Sajikan Info Unik, Menarik dan Populer

Baca Artikel Menarik Lainnya 



Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top