Mantan Gubernur Kalimantan Barat dari PDIP Cornelis Sebut Islam dan Melayu Penjajah

Baca Juga 




  Yes  Muslim  - Mantan Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) dari PDIP, Cornelis membuat heboh publik lantaran video pidatonya yang viral di sosial media. Dalam video tersebut, Cornelis menyatakan bahwa Melayu dan Islam adalah penjajah.

“Kita Dayak terlalu lama dijajah oleh kerajaan-kerajaan. Mulai raja-raja Majapahit, raja-raja Sriwijaya. Yang paling parah kerajaan Melayu dan Islam, bersama dengan Belanda menjajah kita berabad-abad, sehingga mental kita adalah mental hamba, bukan mental kuli,” ungkapnya dalam video pidatonya tersebut.

[video]


Melihat hal tersebut, Pakar Hukum Universitas Juanda Bogor, Muhammad Taufik menyatakan bahwa apa yang dinyatakan oleh Cornelis tidak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Vicktor Laiskodat. Yaitu terang-terangan melakukan penghasutan di muka umum.

“Apa yang dilakukan Cornelis itu sebenarnya tidak jauh berbeda sebenarnya dengan apa yang dilakukan oleh Victor Laiskodat,” ujar Taufik di Hotel Aziza, Surakarta pada Kamis (07/06/18).

Menanggapi perihal, Taufik menyebut bahwa Cornelis telah melanggar empat pasal sekaligus. Antaranya, Satu Pasal 160 tentang penghasutan, ancamannya enam tahun kemudian pasal 36 KUHP ancamannya sembilan
tahun kemudian dia melanggar pasal 28 UU 11 tahun 2008 tantang ancaman transaksi dan elektronik ancamannya enam tahun dan denda satu milyar rupiah.

“Oleh karena itu, apa yang dilakukan oleh Conelis ini melanggar empat pasal sekaligus,” tuturnya.

Dengan adanya pelanggaran tersebut ia berharap supaya aparat kepolisian untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut dengan tegas, karena menurutnya hanya polisi yang bisa melakukan tindakan dengan tegas kemudian dilanjutkan ke ranah hukum. Jika hal tersebut tidak ditangani dengan baik, Taufik khawatir akan terjadi konflik horizontal yang sangat fatal.

“Maka saya sebagai pakar hukum menginginkan untuk polisi mewakili negara, kalau tanpa itu saya khawatir nanti akan terjadi konflik horizontal dan harganya mahal,” ujarnya.

Terlebih, selain perihal tersebut ada hal yang lebih mengkhawatirkan dari itu semua. Yakni persaudaraan antara Dayak dan Melayu, dengan adanya video pidato Cornelis tersebut dikhawatirkan akan adanya permusuhan yang tersulut antara dua suku tersebut.

“Yang paling berbahaya yang dimainkan Cornelis adalah di sana ada Dayak dan Melayu, dan selama ini Dayak dan Melayu tidak pernah bermusuhan, secara tidak sadar dia telah melakukan penghasutan,” katanya.

Di akhir, ia memberi nasehat kepada aparat yang berwajib dapat menegakkan hukum yang telah dilanggar dengan kadar yang sesuai. Karena dikhawatirkan nantinya akan kembali munculnya perihal demikian di hari yang akan datang.

“Nasehat saya kalau tidak ada upaya hukum dan tindakan hukum dari kepolisian dalam bentuk penindakan terhadap Cornelis dan Lasikodat, akhirnya nanti muncul lagi di mana-mana. Jadi harapan saya jangan sampai gara-gara keadaan politik sesaat menimbulkan hukm yang sesat, itu yang bahaya,” ungkapnya.

Sumber: Kiblat


Persatuan Orang Melayu Kalbar Polisikan Cornelis Atas Pidato Yang Dinilai Memfitnah Melayu Dan Islam


Hari Rabu (6/6/2018) kemarin, Persatuan Orang Melayu (POM) Provinsi Kalimantan Barat melaporkan Cornelis Gubernur Kalbar dari PDIP kepada Kapolda Kalbar, atas pidato provokatifnya terhadap orang Melayu dan Islam.

Dalam pidato di videonya yang viral di Media Sosial itu, Cornelis yang beragama Katolik ini menyatakan:

"Kita terlalu lama dijajah oleh kerajaan-kerajaan. Mulai raja-raja Majapahit, raja-raja Sriwijaya. Yang paling parah Kerajaan Melayu dan Islam, bersama dengan Belanda menjajah kita berabad-abad, sehingga mental kita adalah mental hamba, bukan mental kuli".

Atas pidatonya tersebut Persatuan Orang Melayu (POM) telah melaporkan ke Kapolda Kalbar.

"Sebagai salah satu ormas Melayu dan bagian dari Ummat Islam, kami sangat terluka dan tersinggung dengan pernyataan Cornelis seperti itu apalagi berkiblat pada sumber yang belum tentu akurat dan tidak populer di kalangan ilmuwan. Kami minta kepada Bapak Kapolda Kalbar untuk mengusut kasus ini hinggga tuntas agar keharmonisan dan kedamaian Kalbar tetap terjaga. Sudah sangat sering Cornelis berpidato provokatif dan meresahkan stablitas Kalbar," demikian bunyi surat laporan yang ditandatangani Ketua POM.

Dalam aduan tersebut juga dilampirkan bukti 1 buah CD rekaman video yang diunggah oleh akun Youtube KALBAR UNIQUE.


Di lain pihak, Cornelis melalui kuasa hukumnya juga melaporkan akun facebook yang mengunggah video pidato Cornelis karena dinilai videonya diedit.

"Video tersebut di upload dan ditransmisikan oleh akun Facebook Ulfa Nilawati dengan judul yang provokatif, seolah Cornelis menghina salah satu suku dan agama," ujar Tim Kuasa Hukum Cornelis, Lipi Asmed dalam konferensi

pers di Jalan Tanjungpura, Selasa (5/6/2018), seperti dilansir Kompas.

Video yang diunggah tersebut merupakan potongan pidato Cornelis dalam pertemuan Ketemenggungan Dayak se-Kalbar dalam rangkaian Pekan Gawai Dayak ke-33 pada akhir Mei 2018. 

"Dalam pidato tersebut, tidak ada kata atau kalimat yang menghina salah satu suku maupun agama," kata Lipi Asmed.

Sebelumnya, Wakil Sekjen MUI KH Tengku Zulkarnaen melalui akun twitternya meminta pihak Kepolisian mengusut pidato Cornelis.

"Kepada @DivHumas_Polri dan @Menkopolhukam @jokowi @pdip Apakah Pidato Seperti Bukan Pemecah Belah NKRI? Sejak Kapan Majapahit, Sriwijaya, Kerajaan2 di Nusantara JADI PENJAJAH dan Disebut PENJAJAH? Nampaknya Rakyat Indonesia Perlu Menuntut Orang Ini Jika Pemerintah Tdk Bergerak...," ujar Tengku Zulkarnain yang men-share video pidato Cornelis.


Di Youtube, kemudian muncul video edisi panjang pidato Cornelis. Dalam unggahan di Youtube video pendek Cornelis disebut editan dan hoax.

Setelah menonton dua versi video panjang dan pendek, sepengamatan konteksnya tidak ada perbedaan signifikan. Kalimat pidato Cornelis "Yang paling parah Kerajaan Melayu dan Islam, bersama dengan Belanda menjajah kita berabad-abad, sehingga mental kita adalah mental hamba, bukan mental kuli" ada di masing-masing versi video panjang dan pendek.
Berikut video versi panjang dan pendek...

Silahkan pembaca untuk bandingkan...
[video panjang dan pendek]



SURAT PERINGATAN KERAS dari Dayak Kalimantan Barat untuk Cornelis PDIP


Mantan Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) dari PDIP, Cornelis, yang berakhir masa jabatanyya pad 14 Januari 2018 lalu, membuat heboh publik tanah air setelah video pidatonya viral beredar di sosial media.

Dalam pidato di videonya yang viral di Media Sosial itu, Cornelis yang beragama Katolik ini menyatakan:

"Kita Dayak terlalu lama dijajah oleh kerajaan-kerajaan. Mulai raja-raja Majapahit, raja-raja Sriwijaya. Yang paling parah Kerajaan Melayu dan Islam, bersama dengan Belanda menjajah kita berabad-abad, sehingga mental kita adalah mental hamba, bukan mental kuli".

Hari Rabu (6/6/2018) kemarin, Persatuan Orang Melayu (POM) Provinsi Kalimantan Barat melaporkan Cornelis PDIP kepada Kapolda Kalbar, atas pidato provokatifnya terhadap orang Melayu dan Islam.

Tak hanya itu, orang Dayak Kalimantan Barat juga menyampaikan SURAT PERINGATAN KERAS kepada Cornelis:

"Hai pamanku tercinta Cornelis. Ingatlah paman, bahwa keluarga besar kita banyak yang beragama Islam. Awalnya kami bangga karena kami mempunyai paman yang mampu mengangkat nama Dayak bisa menjadi gubernur Kalimantan Barat. Namun beberapa bulan ini pamanku Cornelis sudah mencoreng nama Dayak itu sendiri, maka kami orang-orang Dayak sangat kecewa dan mengecam keras terhadap paman Cornelis yang telah mengatasnamakan Dayak hanya untuk mempertahankan kekuasaan dan bisa jadi menumpuk kekayaan demi kepentingan pribadi, sehingga rela mencompak campikkan kerukanan

yang sudah terbina antara keluarga kita Dayak dengan saudara tua kami suku Melayu dan Umat Islam umumnya..."

Dan juga himbauan kepada semua elemen, ormas Islam agar melaporkan Cornelis ke polisi dan meminta polisi harus memproses sesuai hukum.

[Berikut video pernyataan Orang Dayak, dan video pidato Cornelis]



Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 



Sajikan Info Unik, Menarik dan Populer
--------------------------------------------------------------
" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Baca Artikel Menarik Lainnya 



Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top