SP3 Kasus Chat Fitnah Habib Rizieq Tak Ada Hubungan dengan Lobi-lobi, Murni Karena Tidak Ada Bukti

Baca Juga 




  Yes  Muslim  -  Penantian panjang Habib Rizieq Syihab berbuah manis, pada Hari Raya Idul Fitri, Jumat (15/6/2018), dari kota suci Makkah Mukaramah melalui rekaman video Habib Rizieq memperlihatkan surat penghentian penyidikan (SP3) kasus chat fitnah yang menjeratnya.



Namun, spekulasi lain muncul, SP3 tersebut dianggap bagian dari hasil lobi pemerintah dan Persaudaraan 212 saat bertemu di Istana Bogor pada bulan April lalu.

Juru Bicara PA 212, Novel Bamukmin membantah anggapan itu, menurutnya SP3 kasus dikeluarkan karena semua yang disangkakan kepada Habib Rizieq tidak terbukti. Sehingga, pihak kepolisian memutuskan untuk menghentikan kasus tersebut karena tidak cukup bukti.

"Ini murni kasus hukum tidak ada hubungan dengan lobi-lobi karena silaturahmi ulama dan tokoh justru malah dihianati oleh pemerintah. SP3 kasus Habib Rizieq betul-betul (karena) tidak cukup bukti," ujar Novel kepada kumparan, Sabtu (16/6).




Ia menegaskan, dengan diterbitkannya SP3 Habib Rizieq, perjuangan PA 212 akan terus berlanjut sesuai dengan perintah dan arahan dari para ulama, termasuk Habib Rizieq. Nantinya, di Pilkada 2018, PA 212 mengharamkan calon pemimpin yang didukung oleh partai pendukung penista agama.
Sikap itu, kata Novel, menjadi tekad segenap elemen PA 212 bahwa SP3 Habib Rizieq tidak akan mempengaruhi perjuang PA 212 terutama di jalur politik.

"Bahwa kami taat kepada Allah, Rasul dan ulama tetap mengharamkan calon pemimpin yang didukung oleh partai pendukung penista agama," pungkasnya.

Seperti diketahui, satu tahun yang lalu pada 29 Mei 2017 Penyidik Polda Metro Jaya menetapkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab sebagai tersangka dalam kasus dugaan pornografi di situs 'baladacintarizieq'.

Sebelumnya, pada 28 April 2017 Habib Rizieq dengan membawa keluarganya (anak, istri, menantu) berangkat ke kota suci Makkah pasca rumahnya ditembak oleh orang tak dikenal.

___
Referensi:
- https://news.detik.com/berita/d-3514174/polisi-tetapkan-habib-rizieq-jadi-tersangka-kasus-pornografi
- http://www.tribunnews.com/nasional/2017/04/29/kamar-pribadinya-ditembak-habib-rizieq-dan-keluarga-bertolak-ke-mekkah
- https://kumparan.com/@kumparannews/pa-212-sp3-rizieq-tak-ada-hubungan-dengan-lobi-lobi
- http://politik.rmol.co/read/2017/04/29/289550/Inilah-Pengakuan-Habib-Rizieq-dari-Arab-Saudi-






SP3 Keluar, Yusril Minta Penyebar Chat Habib Rizieq Dipidana

Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra mengaku tak terkejut dengan kabar Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus chat Habib Rizieq Shihab dari kepolisian. Menurut Yusril, sudah sepantasnya polisi menghentikan kasus itu karena tak ada unsur pidana di dalamnya.

"Kalau sekarang kepolisian mengambil kesimpulan mengeluarkan SP3 ke Habib Rizieq, saya pikir ya sudah," kata Yusril saat dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu (16/6).

Ketua Umum Partai Bulan dan Bintang (PBB) ini bercerita bahwa ia adalah salah satu orang yang mengawal kasus chat mesum Habib Rizieq sedari awal. Berbagai usaha ia lakukan untuk membela, termasuk menemui Presiden Joko Widodo jelang hari raya Idul Fitri tahun lalu.

Kepada sang presiden, Yusril menjelaskan bahwa tak ada unsur pidana dalam kasus itu. Justru, menurutnya pembuat rekaman chat dan penyebarnya yang patut dijerat pidana.

"Walaupun dengan asumsi terburuk konten chat itu memang ada dan disimpan oleh pemiliknya, itu tetap tidak bisa dipidana, yang bisa dijerat yang menyebarkannya itu," kata Yusril.

Bahkan, apabila kasus itu berhasil dilimpahkan ke pengadilan, Yusril yakin kasus itu tak akan terbukti dan semua tersangka akan bebas.

Dalam pertemuan dengan Jokowi itu, Yusril juga
menawarkan tiga solusi untuk menyelesaikan perkara yakni SP3, amnesti, dan abolisi. Yusril menganjurkan Jokowi mengambil amnesti.

"Agak enggak enak kalau SP3 karena berarti polisi tak bisa membuktikannya," katanya.

Waktu penyelesaian kasus yang berlarut-larut, kata Yusril, disebabkan oleh perbedaan persepsi dari pihak Istana. Namun, dia bersyukur pemberian SP3 untuk Habib Riziq sudah keluar.

CNNIndonesia.com mencoba mengonfirmasi kabar penghentian kasus ini ke Polda Metro Jaya. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mempersilakan untuk mengonfirmasi ke Mabes Polri.

"Silakan ke Mabes (konfirmasi), Pak Iqbal (Karopenmas Polri Brigjen Pol M Iqbal)," kata Argo lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Jumat (15/6).

Sementara itu, hingga berita ini ditulis Mabes Polri belum juga memberikan klarifikasinya.

Sumber: CNNIndonesia

[Video - SP3 Habib Rizieq]



MATINYA PARA PENGHUJAT by Zeng Wei Jian


Paul Kammerer, Austrian biologist sekaligus 'a wild genius' yang bunuh diri di usia 45 tahun, menciptakan formulasi "theory of seriality".

Dia menulis buku Das Gesetz der Serie (The Law of Series). Kesimpulannya, all events are connected by waves of seriality. Albert Einstein menyebutnya "interesting and by no means absurd."





Di era "revolusi mental", ada sebuah fenomena tidak etis. Alim ulama, agama, kitab suci, simbol sakral dan Habib Rizieq dilecehkan secara kasar. Muncul banyak penghujat. Di antara mereka, ada yang kena stroke dan mati.

Satu event disebut accident, twist of fate atau coincidence. Artinya, sebuah kejadian that happens by chance atau without apparent causal connection.

Di antara tragedi kena stroke, mati dan tewas tenggelam itu ada satu konektifitas; mereka sama-sama pernah menghujat ulama dan Habib Rizieq.

Dari satu tragedi ke tragedi lain, beruntun maka sebuah "serial" bisa dilihat.

Serial tragedi mati ini belum bisa menjadi sebuah hukum ilmiah; mereka yang kurang ajar kepada Habib Rizieq pasti akan kena azab.

Saya kira, menzolimi orang-orang baik pasti dosa. Ada konsekuensi buruknya. Struck down by a calamity. Bad karmic. Kuwalat.

Bila hanya satu-dua kejadian, orang bisa bilang "ah kebetulan saja". Tidak ada inter-koneksitas. Tapi bila berulang kali terjadi, mereka yang punya otak mesti berpikir soal probabilitasnya; yaitu menghina Habib Rizieq akan berakibat fatal. Minimal bonyok.

Hendaknya, jangan sepelekan sebuah kemungkinan. Sekecil apa pun itu. Probabilitas punya paradox sendiri. Kata Arthur Koestler (The Roots of Coincidence), "The mathematically naive person seems to have a more acute awareness than the specialist of the basic paradox of probability theory, over which philosophers have puzzled ever since Pascal initiated that branch of science in 1654."

Serial kejadian na'as pasca menghina ulama mungkin masuk apa yang disebut Carl Jung sebagai "synchronicity", the events should be unlikely to occur together by chance, but this is questioned because there is usually a chance, no matter how small.

Relasi "menghina ulama" dan "mati tenggelam" memang sulit dibuktikan. Hanya bisa dirasakan koneksinya. Toh, saya tidak hendak membangun teori causalitas (cause and effect).

Sebaiknya, stop cursing Habib Rizieq dan alim ulama lain. Selain tidak pantas, itu tidak etis. Dan, siapa tau anda bisa kuwalat.

Penulis: Zeng Wei Jian



Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 



Sajikan Info Unik, Menarik dan Populer

Baca Artikel Menarik Lainnya 



Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top