5 Fakta Ilmiah Ini Buktikan Dahsyatnya Kekuatan Cinta


Baca Juga 

Berbicara soal cinta, kalian pasti merasa sudah paling ahli, dan mungkin kalian sudah bisa dibilang sang dokter cinta. Tapi yakin kalian sudah tahu semuanya tentang cinta, lalu apakah kalian sudah tahu betapa besarnya kekuatan cinta?







Cinta itu menyimpan sejuta misteri yang sulit dimengerti. Kadang cinta itu terasa sangat membahagiakan tapi kadang kala cinta itu terasa sangat menyakikan walau tak berdarah. Cinta itu kadang kala bisa membuat seseorang lupa diri, tapi di sisi lain cinta itu bisa membuat seseorang sadar diri.

Cinta bisa membuat hidup seseorang bergairah, tapi cinta juga bisa membuat seseorang jadi ingin mengakhiri hidup. Cinta bisa membuat hati tenang, tapi cinta juga bisa membuat hati gelisah. Kekuatan apakah yang dimiliki cinta? 

Untuk menguak lebih lanjut misteri tentang cinta, simak artikel ini yang mengulas tentang fakta ilmiah yang membuktikan kekuatan tentang cinta.

1. Cinta memiliki efek yang sama dengan narkoba

Cinta memiliki efek yang sama ketika seseorang kecanduan narkoba. Ketika seseorang jatuh cinta, maka otak akan melepaskan dopamin, hormon yang berperan dalam menghasilkan kegembiraan. Lalu hormon adrenalin dan norepinefrin, yang menyebabkan jantung berdebar dan perasaan jadi gelisah.

Perasaan seseorang yang jatuh cinta jika dibandingkan dengan pecandu narkoba nyaris saja sama. Masing-masing dari mereka sama-sama merasakan kegembiraan dan kegelisahaan di dalam hati mereka.

2. Hanya butuh waktu sebentar untuk jatuh cinta

Menurut pandangan ilmiah, tidak perlu waktu lama bagi seseorang untuk mencintai lawan jenisnya. Setidaknya hanya butuh waktu 4 menit saja bagi Anda untuk memutuskan apakah Anda menyukai dia atau tidak. Meskipun Anda belum mengenalnya lebih jauh lagi. Cinta memiliki kekuatan menyambungkan hati antara dua insan.

3. Cinta bisa memberikan rasa sakit yang nyata

Ketika seseorang kehilangan orang yang dicintainya, baik itu karena putus, diselingkuhi, atau cerai, orang bersangkutan bisa merasakan sakit yang nyata di tubuhnya walau tak berdarah sama sekali.

Dalam ilmu medis, kondisi seperti itu disebut Broken Heart Syndrome, tekanan emosional yang begitu mendalam sehingga memicu otak untuk mendistribuskan bahan kimia tertentu yang dapat melemahkan hati, yang pada akhirnya menyebabkan nyeri dada dan sesak napas yang amat dahsyat. Lebih parahnya lagi kondisi ini bisa menyebabkan serangan jantung.

4. Cinta bisa membuat seseorang jadi kuat dan juga lemah

Kebahagian yang dirasakan karena jatuh cinta atau ketika bersama dengan orang yang dicintai akan membuat pikiran seseorang jadi jernih dan terbebas dari beban pikiran. Kondisi ini akan membuat seseorang jadi memiliki gairah hidup yang kuat.

Tapi sebaliknya ketika seseorang depresi karena masalah percintaan, seperti diputusin, ditolak, atau diselingkuhi, orang tersebut akan jadi lemah dalam seketika. Hal itu disebabkan karena pikiran dan hatinya sedang dalam tidak keadaan senang. Gairah hidupnya jadi berkurang dan seolah tidak memiliki semangat untuk hidup.

5. Cinta dianggap hal yang penting dalam hidup

Menurut sebuah studi yang dilakukan selama 75 tahun lamanya, yang dilakukan oleh tim peneliti dari Harvard, menemukan bahwa cinta adalah hal yang dianggap paling penting oleh sebagian besar orang. Pengalaman hidup para peserta mengungkapkan bahwa kebahagiaan dan pemenuhan kehidupan berkisar pada cinta atau hanya mencari cinta. 


--------------------------------------------------------------


Rasulullah –shallallahu alaihi wa sallam- bersabda :

وَأَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُ إِلَى حُبِّكَ

“Aku memohon kepada-Mu agar dapat mencintai-Mu, mencintai orang-orang yang mencintai-Mu dan mencintai amal yang mendekatkan diriku untuk mencinta-Mu.”



Tiada suatu apapun menurut hati yang bersih, sukma yang suci, pikiran yang jernih lebih indah, lebih nyaman, lebih lezat, lebih menyenangkan dan lebih nikmat dari pada kecintaan kepada Allah, perasaan tenteram damai di sisi-Nya dan kerinduan akan perjumpaan dengan-Nya.

        Yahya Bin Mu’adz berkata :

عَفْوُهُ يَسْتَغْرِقُ الذُّنُوْبَ فَكَيْفَ رِضَوَانُهُ؟، وَرِضْوَانُهُ يَسْتَغْرِقُ الآمَالَ فَكَيْفَ حُبُّهُ؟، وَحُبُّهُ يُدْهِشُ الْعُقُوْلَ فَكَيْفَ وُدُّهُ؟، وَوُدُّهُ يُنْسِي مَا دُوْنَهُ فَكَيْفَ لُطْفُهُ؟

“Ampunan-Nya mencakup (menggugurkan) seluruh dosa, lalu bagaimana lagi dengan ridho-Nya?  Ridho-Nya begitu mendominasi seluruh cita-cita dan harapan, lantas bagaimana dengan kecintaan-Nya? Kecintaan-Nya begitu mengagumkan akal pikiran, lalu bagaimana dengan kasih sayang-Nya? Kasih sayangnya begitu melupakan segala yang selainNya, lalu bagaimana dengan kelembutan-Nya?

        Maka, terukur dengan sejauh mana cinta kasih seseorang kepada Allah, sejauh itu pula ia akan merasakan lezat dan manisnya iman. Barangsiapa yang hatinya karam dalam kecintaan kepada Allah, maka cukuplah hal itu menjadikannya tidak perlu dengan kecintaan, kekhawatiran dan kepasrahan hati kepada selain Allah. Sebab tidak ada yang dapat memuaskan hati, tidak bisa mengisi relung-relung cinta hatinya, serta tidak bisa mengenyangkan rasa laparnya kecuali cinta kepada Allah –subhanahu wa ta’ala-.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Baca Artikel Menarik Lainnya 


Back to Top